PRAKTIKUM 1
ALGORITMA DAN
PEMROGRAMAN
OLEH :
VINO
VALENTINO
NIM.
D1021151016
PROGRAM STUDI TEKNIK
ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016
BAB I
PENDAHULUAN
Delphi
adalah salah satu bahasa komputasi yang biasa digunakan untuk membuat berbagai
jenis program dalam suatu aplikasi. Bahasa yang digunakan untuk memberi
perintah atau instruksi standar pada computer untuk mengolah data (coding) yang telah kita buat. Bahasa
pemrograman Delphi sering digunakan oleh
programmer untuk mengasah kemampuan
mereka dalam menuangkan ide – ide pembuatan program – program kecil maupun
aplikasi yang kini bermanfaat bagi pengguna mobile
device.
A. Latar
Belakang
Adapun latar belakang pembuatan Laporan Praktikum 1 (Algoritma dan
Pemrograman) antara lain, sebagi berikut :
1.
Sebagai
salah satu syarat untuk memenuhi tugas terstruktur.
2.
Sebagai
syarat untuk mengambil Praktikum selanjutnya.
B. Tujuan
Praktikum
Adapun tujuan dari Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) antara
lain, sebagai berikut :
1.
Agar
praktikan mengenal bahasa pemrograman Delphi.
2.
Agar
Praktikan dapat mempelajari cara mengaplikasikan bahasa pemograman Delphi.
3.
Agar
praktikan lebih menguasi beberapa bahasa pemrograman selain Pascal.
4.
Agar
praktikan dapat mengenal coding dalam
bahasa Delphi.
C. Manfaat
Pembuatan Laporan Praktikum
Adapun manfaat pembuatan laporan Praktikum 1 (Algoritma dan
Pemrograman) antara lain, sebagi berikut :
1.
Sebagi sarana untuk
mencurahkan pikiran dan pendapat kedalam bentuk tulisan yang sistematis dan
logis;
2.
Sebagai bukti bahwa mahasiswa
yang bersangkutan telah melaksanakan kegiatan Praktikum 1 (Algoritma dan
Pemrograman).
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Pengertian Delphi
Delphi
merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan dikalangan kampus, sebagai
penunjang matakuliah pemrograman walaupun sekarang ini sudah hampir kurang
diminati dengan adannya beberapa bahasa pemrograman dengan menggunakan metoda
dan cara yang lebih simple dalam penggunaannya. Namun kekuatan delphi masih
bisa diungulkan dengan adanya versi-versi terbaru yang telah berbasis net.
Bahasa
pemrograman delphi ini sintak dasarnya menggunakan bahasa Pascal (Object Pascal
Oriented). Apabila kita sudah banyak mengenal bahasa Pascal kita tidak akan
susah untuk mempelajari bahasa pemrograman delphi ini.
Basis
Object Oriented Programming(OOP)dalam Delphi dapat mempermudah pengembang
aplikasi dalam mebangun project yang dikelolanya.
B. Kelebihan
dan Kekurangan Delphi
1.
Kelebihan
Beberapa
kelebihan bahasa pemrograman Delphi:
a)
Komponen
dapat dipakai ulang dan dapat dikembangkan
Delphi mempermudah pembuatan program bagi komponen-komponen Windows seperti label, button dan bahkan dialog dan lainnya. Komponen ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita si pembuat program.
Delphi mempermudah pembuatan program bagi komponen-komponen Windows seperti label, button dan bahkan dialog dan lainnya. Komponen ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita si pembuat program.
b)
Dapat
mengakses VBX. Dengan
Delphi kita dapat langsung mengakses komponen VBX yang sudah merupakan satu
kesatuan dan dapat langsung digunakan.
c)
Template
Aplikasi dan template Form Dalam
Delphi telah didefinisikan template aplikasi dan template Form yang dapat
dipakai untuk membuat semua form aplikasi dengan lebih cepat.
d)
Lingkungan
pengembang Delphi Lingkungan
yang disedia pada Delphi sangat mudah untuk digunakan dalam pengembangan
aplikasi yang produktif.
e)
Program
terkompilasi. Kebanyakan
lingkungan pengembang visual pada windows menyatakan dapat mengkompilasi
program. Namun sebenarnya mereka hanya dapat mengkompilasi sebagian program dan
kemudian mengabungkan interpreter dan pcode dalam sebuah file. Dengan cara ini
akan menghasilkan aplikasi dengan eksekusi yang lambat. Namun dengan
pemrograman delphi output yang dihasilkannya merupakan file yang benar-benar
terkompilasi tanpa interpreter dan pcode sehinga dapat berjalan lebih cepat.
Program Delphi yang kecil dapat diserahkan dalam bentuk sebuah file EXE tanpa
harus menyertakan file DLL.
f)
Kemampuan
mengakses data dalam bermacam format. Dalam Delphi terdapat BDE (Borland Database Engine) yang
digunakan untuk mengakses format file data yang ada. BDE telah melalui beberapa
tahap pengembangan, yang sebelumnya BDE dikenal dengan ODAPI , kemudian IDAPI.
Sekarang BDE sudah menjadi standar untuk akses semua jenis data yang ada saat
ini. BDE juga dapat mengakses Database Client / Server seperti Sybase, SQL
Server, Oracle dan Borland Interbase. Bila dibandingkan dengan microsoft ODBC ,
BDE lebih unggul dalam hal unjuk kerjannya, hal ini karena BDE memiliki bentuk
yang lebih mendekati format database tujuannya.
2.
Kekurangan
Beberapa kekurangaan pada bahasa pemrograman
Delphi :
a) Pengguna yang tidak memiliki dasar
pemrograman dengan bahasa Pascal akan mengalami kesulitan untuk pertama
kalinya.
b) Setiap komponen yang dimasukkan
dalam form tampilan, akan diikutsertakan kode deklarasi dan inisialisasinya
dalam list code. Sehingga apabila terjadi perubahan komponen, penamaan maupun
kesalahan penulisan kode, program tidak mau membetulkan otomatis.
c) Apabila terdapat form/list code lain
yang di-include-kan, harus dituliskan code/nama dari form/lost code di bagian
“uses” dan juga inisialisasi variablenya.
C. Menu
pada Delphi
·
Menu
File
Menu ini
berhubungan dengan file seperti membuat, mnyimpan dan mengakhiri sebuah
pekerjaan.
·
Menu
Edit
Menu ini
berhubungan dengan penyuntingan apa yang dikerjakan seperti Undo, Redo, Cut,
Copy, dan Paste.
·
Menu
Search
Menu ini
berhubungan dengan pencarian dan penggantian data.
·
Menu
View
Menu ini
berhubungan dengan penampilan atau apa yang akan ditampilkan.
·
Menu
Project
Menu ini
berhubungan dengan proyek yang sedang dibuat misalnya unit yang akan
ditambahkan, maupun dihapus di proyek yang dibuat.
·
Menu Run
Menu ini
berhubungan dengan menjalankan program, mencari permasalahan dari proyek yang
dibuat (debug).
·
Menu
Component
Menu ini
berhubungan dengan komponen. Misalnya menambah atau menghapus sebuah komponen.
·
Menu
Database
Menu ini
berhubungan dengan Database, Database from Wizard, dan Database Explorer.
·
Menu
Tools
Menu ini
berhubungan dengan pengaturan/konfigurasi, tool – tool pembantu Delphi.
·
Menu
Help
Menu ini
berhubungan dengan informasi mengenai Delphi.
D. Jenis
Perintah yang Digunakan pada Delphi
Adapun beberapa perintah yang sering digunakan
:
1.
Perintah
Squence / diproses secara berurutan
Dimana sebuah perintah yang diatur oleh compiler secara berurutan.
Misalnya kita memiliki 3 baris perintah, compiler akan menampilkannya secara
berurutan yaitu baris – 1, baris – 2, dan baris – 3.
2.
Perintah pencabangan/ Struktur
Pemilihan
Pada beberapa kasus terkadang kita menginginkan komputer
melakukan suatu aksi tertentu bila suatu kondisi terpenuhi. Keberadaan perintah
bersyarat pada suatu program memberikan pencabangan proses seperti ditunjukkan
oleh Error! Not a valid link.. Bahasa Pascal menyediakan dua cara penyajian
perintah bersyarat, yaitu If…Then…Else dan Case…of. Pada prinsipnya pemilihan
aksi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian :
Pemilihan 1 pilihan/kasus. Gunakan perintah IF – THEN
Pemilihan 2 pilihan/kasus. Gunakan perintah IF – THEN – ELSE Pemilihan N pilihan/kasus.
Gunakan Case – of (Catatan sebenarnya dapat menggunakan if—then – else
bersarang)
a.
IF…THEN…ELSE
1)
IF … THEN … ELSE : Pemilihan 2 kasus
a) Perintah bersyarat If umumnya digunakan untuk
melakukan pencabangan sederhana (antara 2 atau 3 cabang). Atau untuk pencabangan
yang banyak, dimana kondisi yang menjadi prasyaratnya melibatkan lebih dari
satu parameter. Bentuk sintaks dari perintah bersyarat ini adalah:
|
|
If <kondisi_pencabangan> then
Begin
… {aksi-1}
end
else
Begin
… {aksi-2}
end;
Begin
… {aksi-1}
end
else
Begin
… {aksi-2}
end;
b)
IF … THEN … ELSE : Pemilihan N kasus
If
<kondisi_pencabangan1> then
Begin
… {aksi-1}
… {aksi-1}
end
else
If <kondisi_pencabangan2> then
else
If <kondisi_pencabangan2> then
Begin
… {aksi-2}
… {aksi-2}
end
else
Begin
… {aksi-3}
else
Begin
… {aksi-3}
End;
2)
CASE … OF … :
Pemilihan N kasus
Perintah bersyarat
Case umumnya digunakan untuk kondisi dengan banyak pencabangan. Syarat
pencabangan pada bentuk ini hanya boleh melibatkan satu buah parameter dengan
tipe data bukan Real. Pemeriksaan kondisi di sini lebih tepat disebutkan dalam
hubungan relasi samadengan (=). Dengan demikian bila parameter bernilai
tertentu maka dilakukan suatu aksi terkait, bila bernilai lain maka dilakukan
aksi yang lain juga, demikian seterusnya.
Case
<Parameter> Of
<nilai_1>
: <aksi_1> ;
<nilai_2>
: <aksi_2> ;
…
<nilai_n> : <aksi_n> ;
<nilai_n> : <aksi_n> ;
Else
<aksi_n+1> ;
End;
3.
Struktur Pengulangan
Dalam menyelesaikan masalah, terkadang kita harus melaku
suatu proses yang sama lebih dari satu kali. Untuk itu perlu dibuat suatu
algoritma pengulangan. Pascal memberikan tiga alternatif pengulangan, yaitu
dengan For, While, atau Repeat. Masing-masing memiliki karakteristik, yang akan
dipelajari pada modul ini. Ada dua hal yang penting dalam melakukan merancang
perintah pengulangan, yaitu:
Ø Inisialisasi awal.
Ø Nilai akhir pengulangan atau kondisi berhenti.
a)
FOR – TO – DO
Pada pengulangan
dengan For, inisialisasi awal dan kondisi akhir ditentukan dengan menggunakan
suatu variable kendali yang nilainya dibatasi dalam suatu range tertentu. Sintaks
untuk perintah ini adalah:
For
<variable_kendali> := <nilai_awal> to <nilai_akhir> do
Begin
… {aksi}
… {aksi}
End ;
Atau
For
<variable_kendali> := <nilai_awal> downto <nilai_akhir> do
Begin
… {aksi}
Begin
… {aksi}
End ;
Perbedaan antara to dan downto adalah pada kondisi nilai
awal dan akhir. Pada to: nilai awal lebih kecil dari nilai akhir, sedangkan
pada downto nilai awal lebih besar dari nilai akhir. Perlu diingat, bahwa
variable kendali harus dideklarasikan dengan tipe data integer.
Contoh program pengulangan menggunakan For-to-do:
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
For I := 1 to 5 do
lbxHasil.Items.Clear;
For I := 1 to 5 do
Begin
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
Contoh program yang sama jika tapa perintah tanpa pengulanganL:
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
begin
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
begin
lbxHasil.Items.Clear;
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(1));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(2));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(3));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(4));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(5));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(1));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(2));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(3));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(4));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(5));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
b)
WHILE – DO
Pada metoda pengulangan ini aksi hanya akan diproses
bila kondisi pengulangan terpenuhi, bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah:
While
<kondisi_ pengulangan> do
Begin
… {aksi}
… {aksi}
End ;
Selama kondisi_pengulangan bernilai true maka aksi akan
dilakukan, dan baru akan berhenti setelah kondisi pengulangan bernilai false.
Karena kondisi pengulangan diperiksa pada bagian awal, maka ada kemungkinan
aksi tidak pernah dilakukan, yaitu bila kondisi pengulangan tidak pernah
bernilai true.
Contoh program pengulangan menggunakan
While-do:
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender:
TObject); var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
lbxHasil.Items.Clear;
I := 1;
While I<=5
DO
Begin
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
I := I + 1;
I := I + 1;
End;
End;
End;
c)
REPEAT – UNTIL
Metoda pengulangan ini juga melakukan pengulangan berdasarkan
pemeriksaan kondisi pengulangan. Hanya saja natur dari pengulangan ini adalah
sistem seakan-akan memaksa untuk melakukan pengulangan, sampai di ketahui
adanya kondisi berhenti. Bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah:
Repeat… {aksi}
Until <kondisi_ berhenti>
Berlawanan dengan While, yang akan memproses aksi hanya
bila kondisi_pengulangan bernilai true, pada pengulangan Repeat, sistem akan
memproses aksi selama kondisi_berhenti bernilai false. Dengan demikian aksi
pasti akan selalu diproses (minimal satu kali). Pada tipe ini, pengulangan
dapat terjadi terus-menerus (tidak pernah berhenti), yaitu bila kondisi
berhenti tidak pernah bernilai true.
Contoh program pengulangan menggunakan
Repeat- Until:
procedure
TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
var I : integer;
var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
I := 1;
lbxHasil.Items.Clear;
I := 1;
Repeat
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
I := I + 1;
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
I := I + 1;
Until I >
5;
End;
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat
Adapun waktu dan tempat Praktikum 1 (Algoritma
dan Pemrograman) adalah sebagai berikut :
1.
Waktu : Rabu, 17 Februari 2016,
09.00 – 11.00 WIB
2.
Tempat : Laboratorium Informatika,
Fakultas Teknik UNTAN.
B. Alat dan
Bahan
Adapun alat dan bahan adalah sebagi berikut :
·
1 set PC
·
Aplikasi
Delphi 7 ( 5/6 juga boleh)
·
Alat
tulis
·
Modul
C. Prosedur
Kerja
1.
Mempersiapkan
alat dan bahan.
2.
Pastikan
Aplikasi Delphi 7 telah terinstal di PC.
3.
Buka
aplikasi Delphi 7.
4.
Pilih
menu file lalu pilih Form.
I.
1.
Pilih
tool ‘Button’
2.
Klikan
pada Form yang sudah tersedia sebelumnya.
3.
Ubah
nilai property Caption menjadi ‘Katakan Hello’ dan nilai property Name menajdi
‘btnHello’
4.
Pilih
Event pada Object Inspector lalu klik ganda pada event OnClick.
5.
Isi
procedure dengan perintah yang tertera pada modul (hal.8 - 9).
6.
Kompilasi
dan jalankan program.
II.
1.
Buat
frmHello1
2.
Komponen
dengan form ‘frmHello1 dan button dengan ‘btnHello1.
3.
Ubah
property caption mesing – masing komponen menjadi ‘Membuat program Hello1’ dan
‘Katakan Hello’.
4.
Buat
Methode dari komponen btnHello1 lewat event OnClick seperti pada modul (hal.9).
5.
Jalankan
program.
6.
Simpan
dengan nama unit uHello1.pas dan project pHello1.dpr.
III.
1.
Pilih
Menu File pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello2’ dan
button dengan ‘btnHello2’.
2.
Masukan
method yang tetera pada modul (hal.9 – 10).
3.
Buat
method untukk mengubah ‘frmHello2’ lewat event OnRisize (klik ganda).
4.
Masukkan
method (hal.10).
5.
Simpan
dengan unit ‘uHello2.pas’ dan project ‘pHello2.dpr’
IV.
1.
Pilih
menu File, pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello3’ dan
button dengan ‘btnHello3’.
2.
Sesuaikan
dengan yang tertera pada modul (Hal.10)
3.
Buat
method dari komponen ‘btnHello3’ lewat event OnClick.
4.
Jalankan
Program
5.
Simpan
dengan unit ‘uHello3.pas’ dan project ‘pHello3.dpr’
V.
1.
Pilih
menu File, pilih New kemudian pilih Application.
2.
Beri
nama form ‘frmWelcome, ubah komponen (modul hal.16).
3.
Buat
method dengan komponen frmWelcome lewat event OnActivate (modul hal 17)
4.
Buat
method dengan komponen lbxCountry lewat
event OnClick (modul hal 17)
5.
Simpan
dengan unit ‘uWelcome1.pas’ dan project ‘pWelcome1.dpr’
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Menempatkan
Komponen pada Form
Adapun
cara menempatkan komponen pada form adalah, sbb:
-
Klik
pada komponen tersebut, pindahkan kursos ke form, smbil menekan tombol kiri mouse
(drag).
-
Pilih
komponen kemudian kelik pada form di mana komonen itu akan diletakkan.
-
Klik
ganda pada komponen yang diinginkan. Maka komponen akan ditambahkan ke form.
-
Dapat
menggunakan Copy – Paste bila ingin membuat komponen yang sama atau yang sudah
ada pada form.
B. Membuaat
Message Dialog
ü
Ubah
nilai property Caption menjadi ‘Katakan Hello’ dan nilai property Name menajdi
‘btnHello’
ü
Pilih
Event pada Object Inspector lalu klik ganda pada event OnClick.
ü
Isi
procedure dengan perintah untuk menampilkan pesan, sbb:
MessageDlg ('Hello, guys', mtInformation, [mboK], 0);
End;
Perintah yang sederhana dan memiliki 4 parameter, yaitu :
-
Parameter
1 : kalimat yang dimunculkan
(‘Hello,guys’)
- Parameter
2 : tipe message box seperti
mtWarming, mtError, mtInformation, atau mtConfirmation.
-
Parameter
3 : kumpulan tombol yang akan
digunakn seperti mbYes, mbNo, mbOk, mbCancle atau mbHelp.
-
Parameter
4 : untuk help context atau
nomor halaman pada Help, dan angka 0 jika tidak memiliki file help.
ü
Kompilasi
dan jalankan program.
-
Tekan F9
atau melalui menu Run.
-
Tampilan
saat dirun
C. Membuat
Program Hello1
ü
Buat
frmHello1
ü
Komponen
dengan form ‘frmHello1 dan button dengan ‘btnHello1.
ü
Ubah
property caption mesing – masing komponen menjadi ‘Membuat program Hello1’ dan
‘Katakan Hello’.
ü
Buat
Methode dari komponen btnHello1 lewat event OnClick seperti berikut :
Procedure TfrmHello1.BtnHello1Click(Sender: Tobject);
Begin
MessageDlg (‘Hello, guys’, mtInformation, [mbOk], 0);
MessageDlg (‘Hello, lady’, mtInformation, [mbOk], 0);
MessageDlg (‘Hello, everybody’, mtInformation, [mbOk], 0);
End;
End.
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan Message Box
secara berurutan.
ü
Jalankan
program.
Saat dirun
ü
Simpan
dengan nama unit uHello1.pas dan project pHello1.dpr.
D.
Membuat Program Hello2
ü
Pilih
Menu File pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello2’ dan
button dengan ‘btnHello2’.
ü Masukan
method berikut pada button.
Produce TfrmHello2.BtnHello2Click(Sender: Tobject);
Begin
MessageDlg ('Hello, guys, mtInformation, [mbOk], 0);
BtnHello2.Caption := 'Say Hello Again';
End;
ü Buat
method untukk mengubah ‘frmHello2’ lewat event OnRisize (klik ganda).
Produce TfrmHello2.BtnHello2Click(Sender: Tobject);
Begin
BtnHello2.Top := frmHello2.ClientHeight div 2 -
BtnHello2.Height div 2;
BtnHello2.Left := frmHello2.ClientWidth div 2 -
BtnHello2.width div 2;
End;
Perintah ini berfungsi untuk membuat tobol/Button yang
telah dibuat tetap berada ditengah walaupun ukuran message Box diperkecil
maupun diperbesar
ü
Jalankan
program.
E. Membuat Program Hello3
ü
Pilih
menu File, pilih New kemudian pilih Application. Kemudian :
Objek
|
Properties
|
Value
of Properties
|
Method
lewat Event
|
Form1
|
Name
|
frmHello3
|
|
Button1
|
Name
|
BtnHello3
|
OnClock
|
Caption
|
&Show
Me
|
||
Label1
|
Name
|
LblHello3
|
|
Font-Size
|
24
|
ü
Buat method
dari komponen ‘btnHello3’ lewat event OnClick, sebagi berikut :
Procedure
Tform1.BtnHello3Click(Sender: Tobject);
Begin
If btnHello3.caption =’&Show Me’ then
Begin
lblHello3.caption
:= ‘Selamat Datang di Delphi 5.0’;
btnHello3.caption := ‘&Hide Me’;
end
else
begin
lblHello3.caption := ‘’;
btnHello3.caption := ‘&show Me’;
end;
end;
end.
|
ü
Jalankan
Program
| ü Simpan dengan unit ‘uHello3.pas’ dan project ‘pHello3.dpr’ | |||
F.
Membuat
Program Welcome1
ü
Pilih
menu File, pilih New kemudian pilih Application.
ü
Beri
nama form ‘frmWelcome, ubah komponen sesuai table berikut :
Objek
|
Properties
|
Value of Properties
|
Mrthod lewat Event
|
Form1
|
Name
|
FrmWelcome
|
OnActive
|
Caption
|
Welcome
|
||
Botton1
|
Name
|
BtnQuit
|
OnClock, isi dengan application,
terminate
|
Caption
|
&Quit
|
||
Label1
|
Name
|
LblIWP
|
|
Caption
|
InternasionalWelcome Program
|
||
Font
|
Times New Roman, Bold, Size = 18
|
||
Label2
|
Name
|
LblChoose
|
|
Caption
|
Choose a Country
|
||
Label3
|
Name
|
LblCountry
|
|
Caption
|
-
|
||
Font
|
Times New Roman, Bold, Size = 12,
Color = clTeal
|
||
Label4
|
Name
|
LblComment
|
|
Caption
|
-
|
||
Font
|
Times New Roman, Bold-Italic,
Size = 24, Color = clTeal.
|
||
ListBox
|
Name
|
LbxCountry
|
OnClick
|
ü
Buat
method dengan komponen frmWelcome lewat event OnActivate, sbb:
Procedure
Tform1.FormActivate(Sender: Tobject);
Begin
lbxCountry.Hint := ‘Please Choose...’;
lbxCountry.Items[0] :=’England’;
lbxCountry.Items[1] :=’Germany’;
lbxCountry.Items[2] :=’Spain’;
lbxCountry.Items[3] :=’Italy’;
end;
ü
Buat
method dengan komponen lbxCountry lewat
event OnClick Sbb:
Procedure
Tform1.lbxCountryClick(Sender: Tobject);
Begin
lbxCountry.caption
:= lbxCountry.Items[lbxCountry.ItemIndex];
case
lbxCountry.ItemIndex of
0: lblComment.caption := ‘Hello. Programmer’;
1: lblComment.caption := ‘Hallo.
Programmierer’;
2: lblComment.caption := ‘Hello. Programador’;
3: lblComment.caption := ‘Hello.
Programmtori’;
End;
End;
End.
ü
Jalankan
program.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum 1 (Algoritma
dan Pemrograman) adalah sebagi berikut :
1.
Delphi
merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan dalam pembuatan program kecil
maupun aplikasi.
2.
Delphi
memiliki 4 parameter yaitu parameter yang akan ditampilkan, tipe message box,
kumpulan tombol, dan help context.
3.
Delphi
merupakan turunan dari bahasa pemrograman Pascal
B.
Saran
Adapun saran adalah sebagi berikut :
1.
Praktikan
harus lebih aktif dalam bertanya hal yang tidak dimengerti selama praktikum.
2.
Praktikan
harus lebih teliti dalam menggunakan method dalam procedure pembuatan program.
3.
Praktikan
harus lebih aktif dalam mengenal pemrogram Delphi dan bahasa pemrograman
lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
-
Pontia.W,
F.Trias.2015.Modul Praktikum Algoritma
dan Pemrograman (Delphi).Pontianak : Lab.Inforamtika.








Comments
Post a Comment