Skip to main content

Praktikum Algoritma Dan Pemrograman

PRAKTIKUM 1
ALGORITMA  DAN PEMROGRAMAN





OLEH :
VINO VALENTINO
NIM. D1021151016


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016



BAB I

PENDAHULUAN



            Delphi adalah salah satu bahasa komputasi yang biasa digunakan untuk membuat berbagai jenis program dalam suatu aplikasi. Bahasa yang digunakan untuk memberi perintah atau instruksi standar pada computer untuk mengolah data (coding) yang telah kita buat. Bahasa pemrograman Delphi sering  digunakan oleh programmer untuk mengasah kemampuan mereka dalam menuangkan ide – ide pembuatan program – program kecil maupun aplikasi yang kini bermanfaat bagi pengguna mobile device.  

A.      Latar Belakang
Adapun latar belakang pembuatan Laporan Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) antara lain, sebagi berikut :
1.        Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas terstruktur.
2.        Sebagai syarat untuk mengambil Praktikum selanjutnya.

B.       Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) antara lain, sebagai berikut :
1.        Agar praktikan mengenal bahasa pemrograman Delphi.
2.        Agar Praktikan dapat mempelajari cara mengaplikasikan bahasa pemograman Delphi.
3.        Agar praktikan lebih menguasi beberapa bahasa pemrograman selain Pascal.
4.        Agar praktikan dapat mengenal coding dalam bahasa Delphi.


C.      Manfaat Pembuatan Laporan Praktikum
Adapun manfaat pembuatan laporan Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) antara lain, sebagi berikut :
1.        Sebagi sarana untuk mencurahkan pikiran dan pendapat kedalam bentuk tulisan yang sistematis dan logis;
2.        Sebagai bukti bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah melaksanakan kegiatan Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman).


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
  A.      Pengertian Delphi
Delphi merupakan bahasa pemrograman yang sering digunakan dikalangan kampus, sebagai penunjang matakuliah pemrograman walaupun sekarang ini sudah hampir kurang diminati dengan adannya beberapa bahasa pemrograman dengan menggunakan metoda dan cara yang lebih simple dalam penggunaannya. Namun kekuatan delphi masih bisa diungulkan dengan adanya versi-versi terbaru yang telah berbasis net.
Bahasa pemrograman delphi ini sintak dasarnya menggunakan bahasa Pascal (Object Pascal Oriented). Apabila kita sudah banyak mengenal bahasa Pascal kita tidak akan susah untuk mempelajari bahasa pemrograman delphi ini.
Basis Object Oriented Programming(OOP)dalam Delphi dapat mempermudah pengembang aplikasi dalam mebangun project yang dikelolanya.
B.       Kelebihan dan Kekurangan Delphi
1.         Kelebihan
Beberapa kelebihan bahasa pemrograman Delphi:
a)        Komponen dapat dipakai ulang dan dapat dikembangkan
Delphi mempermudah pembuatan program bagi komponen-komponen Windows seperti label, button dan bahkan dialog dan lainnya. Komponen ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita si pembuat program.
b)        Dapat mengakses VBX. Dengan Delphi kita dapat langsung mengakses komponen VBX yang sudah merupakan satu kesatuan dan dapat langsung digunakan.
c)        Template Aplikasi dan template Form Dalam Delphi telah didefinisikan template aplikasi dan template Form yang dapat dipakai untuk membuat semua form aplikasi dengan lebih cepat.
d)        Lingkungan pengembang Delphi Lingkungan yang disedia pada Delphi sangat mudah untuk digunakan dalam pengembangan aplikasi yang produktif.
e)        Program terkompilasi. Kebanyakan lingkungan pengembang visual pada windows menyatakan dapat mengkompilasi program. Namun sebenarnya mereka hanya dapat mengkompilasi sebagian program dan kemudian mengabungkan interpreter dan pcode dalam sebuah file. Dengan cara ini akan menghasilkan aplikasi dengan eksekusi yang lambat. Namun dengan pemrograman delphi output yang dihasilkannya merupakan file yang benar-benar terkompilasi tanpa interpreter dan pcode sehinga dapat berjalan lebih cepat. Program Delphi yang kecil dapat diserahkan dalam bentuk sebuah file EXE tanpa harus menyertakan file DLL.
f)         Kemampuan mengakses data dalam bermacam format. Dalam Delphi terdapat BDE (Borland Database Engine) yang digunakan untuk mengakses format file data yang ada. BDE telah melalui beberapa tahap pengembangan, yang sebelumnya BDE dikenal dengan ODAPI , kemudian IDAPI. Sekarang BDE sudah menjadi standar untuk akses semua jenis data yang ada saat ini. BDE juga dapat mengakses Database Client / Server seperti Sybase, SQL Server, Oracle dan Borland Interbase. Bila dibandingkan dengan microsoft ODBC , BDE lebih unggul dalam hal unjuk kerjannya, hal ini karena BDE memiliki bentuk yang lebih mendekati format database tujuannya.
2.         Kekurangan
Beberapa kekurangaan pada bahasa pemrograman Delphi :
a)      Pengguna yang tidak memiliki dasar pemrograman dengan bahasa Pascal akan mengalami kesulitan untuk pertama kalinya.
b)      Setiap komponen yang dimasukkan dalam form tampilan, akan diikutsertakan kode deklarasi dan inisialisasinya dalam list code. Sehingga apabila terjadi perubahan komponen, penamaan maupun kesalahan penulisan kode, program tidak mau membetulkan otomatis.
c)      Apabila terdapat form/list code lain yang di-include-kan, harus dituliskan code/nama dari form/lost code di bagian “uses” dan juga inisialisasi variablenya.

C.      Menu pada Delphi
·           Menu File
Menu ini berhubungan dengan file seperti membuat, mnyimpan dan mengakhiri sebuah pekerjaan.
·           Menu Edit
Menu ini berhubungan dengan penyuntingan apa yang dikerjakan seperti Undo, Redo, Cut, Copy, dan Paste.
·           Menu Search
Menu ini berhubungan dengan pencarian dan penggantian data.
·           Menu View
Menu ini berhubungan dengan penampilan atau apa yang akan ditampilkan.
·           Menu Project
Menu ini berhubungan dengan proyek yang sedang dibuat misalnya unit yang akan ditambahkan, maupun dihapus di proyek yang dibuat.
·           Menu Run
Menu ini berhubungan dengan menjalankan program, mencari permasalahan dari proyek yang dibuat (debug).
·           Menu Component
Menu ini berhubungan dengan komponen. Misalnya menambah atau menghapus sebuah komponen.
·           Menu Database
Menu ini berhubungan dengan Database, Database from Wizard, dan Database Explorer.
·           Menu Tools
Menu ini berhubungan dengan pengaturan/konfigurasi, tool – tool pembantu Delphi.
·           Menu Help
Menu ini berhubungan dengan informasi mengenai Delphi.

D.      Jenis Perintah yang Digunakan pada Delphi
Adapun beberapa perintah yang sering digunakan :
1.      Perintah Squence / diproses secara berurutan
Dimana sebuah perintah yang diatur oleh compiler secara berurutan. Misalnya kita memiliki 3 baris perintah, compiler akan menampilkannya secara berurutan yaitu baris – 1, baris – 2, dan baris – 3.
2.      Perintah pencabangan/ Struktur Pemilihan
Pada beberapa kasus terkadang kita menginginkan komputer melakukan suatu aksi tertentu bila suatu kondisi terpenuhi. Keberadaan perintah bersyarat pada suatu program memberikan pencabangan proses seperti ditunjukkan oleh Error! Not a valid link.. Bahasa Pascal menyediakan dua cara penyajian perintah bersyarat, yaitu If…Then…Else dan Case…of. Pada prinsipnya pemilihan aksi dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian :
Pemilihan 1 pilihan/kasus. Gunakan perintah IF – THEN Pemilihan 2 pilihan/kasus. Gunakan perintah IF – THEN – ELSE Pemilihan N pilihan/kasus. Gunakan Case – of (Catatan sebenarnya dapat menggunakan if—then – else bersarang)
a.         IF…THEN…ELSE
1)      IF … THEN … ELSE : Pemilihan 2 kasus
a)     Perintah bersyarat If umumnya digunakan untuk melakukan pencabangan sederhana (antara 2 atau 3 cabang). Atau untuk pencabangan yang banyak, dimana kondisi yang menjadi prasyaratnya melibatkan lebih dari satu parameter. Bentuk sintaks dari perintah bersyarat ini adalah:


 
If <kondisi_pencabangan> then
Begin
… {aksi-1}
end
else
Begin
… {aksi-2}
end;
b)      IF … THEN … ELSE : Pemilihan N kasus
If <kondisi_pencabangan1> then
Begin
… {aksi-1}
end
else
If <kondisi_pencabangan2> then
Begin
… {aksi-2}
end
else
Begin
… {aksi-3}
End;
2)        CASE … OF … : Pemilihan N kasus
Perintah bersyarat Case umumnya digunakan untuk kondisi dengan banyak pencabangan. Syarat pencabangan pada bentuk ini hanya boleh melibatkan satu buah parameter dengan tipe data bukan Real. Pemeriksaan kondisi di sini lebih tepat disebutkan dalam hubungan relasi samadengan (=). Dengan demikian bila parameter bernilai tertentu maka dilakukan suatu aksi terkait, bila bernilai lain maka dilakukan aksi yang lain juga, demikian seterusnya.
Case <Parameter> Of
<nilai_1> : <aksi_1> ;
<nilai_2> : <aksi_2> ;

<nilai_n> : <aksi_n> ;
Else <aksi_n+1> ;
End;
3.        Struktur Pengulangan
Dalam menyelesaikan masalah, terkadang kita harus melaku suatu proses yang sama lebih dari satu kali. Untuk itu perlu dibuat suatu algoritma pengulangan. Pascal memberikan tiga alternatif pengulangan, yaitu dengan For, While, atau Repeat. Masing-masing memiliki karakteristik, yang akan dipelajari pada modul ini. Ada dua hal yang penting dalam melakukan merancang perintah pengulangan, yaitu:
Ø  Inisialisasi awal.
Ø  Nilai akhir pengulangan atau kondisi berhenti.
a)         FOR – TO – DO
Pada pengulangan dengan For, inisialisasi awal dan kondisi akhir ditentukan dengan menggunakan suatu variable kendali yang nilainya dibatasi dalam suatu range tertentu. Sintaks untuk perintah ini adalah:
For <variable_kendali> := <nilai_awal> to <nilai_akhir> do
Begin
… {aksi}
End ;
Atau
For <variable_kendali> := <nilai_awal> downto <nilai_akhir> do
Begin
… {aksi}
End ;
Perbedaan antara to dan downto adalah pada kondisi nilai awal dan akhir. Pada to: nilai awal lebih kecil dari nilai akhir, sedangkan pada downto nilai awal lebih besar dari nilai akhir. Perlu diingat, bahwa variable kendali harus dideklarasikan dengan tipe data integer.



Contoh program pengulangan menggunakan For-to-do:

procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
For I := 1 to 5 do
Begin
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
Contoh program yang sama jika tapa perintah tanpa pengulanganL:
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
begin
lbxHasil.Items.Clear;
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(1));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(2));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(3));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(4));
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(5));
End;
Hasilnya adalah : 1, 2, 3, 4, 5
b)        WHILE – DO
Pada metoda pengulangan ini aksi hanya akan diproses bila kondisi pengulangan terpenuhi, bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah:
While <kondisi_ pengulangan> do
Begin
… {aksi}
End ;
Selama kondisi_pengulangan bernilai true maka aksi akan dilakukan, dan baru akan berhenti setelah kondisi pengulangan bernilai false. Karena kondisi pengulangan diperiksa pada bagian awal, maka ada kemungkinan aksi tidak pernah dilakukan, yaitu bila kondisi pengulangan tidak pernah bernilai true.
Contoh program pengulangan menggunakan While-do:                 procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);   var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
I := 1;
While I<=5 DO
Begin
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
I := I + 1;
End;
End;
c)         REPEAT – UNTIL
Metoda pengulangan ini juga melakukan pengulangan berdasarkan pemeriksaan kondisi pengulangan. Hanya saja natur dari pengulangan ini adalah sistem seakan-akan memaksa untuk melakukan pengulangan, sampai di ketahui adanya kondisi berhenti. Bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah:
Repeat
… {aksi}
Until <kondisi_ berhenti>
Berlawanan dengan While, yang akan memproses aksi hanya bila kondisi_pengulangan bernilai true, pada pengulangan Repeat, sistem akan memproses aksi selama kondisi_berhenti bernilai false. Dengan demikian aksi pasti akan selalu diproses (minimal satu kali). Pada tipe ini, pengulangan dapat terjadi terus-menerus (tidak pernah berhenti), yaitu bila kondisi berhenti tidak pernah bernilai true.
Contoh program pengulangan menggunakan Repeat- Until:
procedure TfrmPengulangan.btnPengulanganClick(Sender: TObject);
var I : integer;
begin
lbxHasil.Items.Clear;
I := 1;
Repeat
lbxHasil.Items.Add(inttoStr(i));
I := I + 1;
Until I > 5;
End;


BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.      Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat Praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) adalah sebagai berikut :
1.        Waktu                  : Rabu, 17 Februari 2016, 09.00 – 11.00 WIB
2.        Tempat                 : Laboratorium Informatika, Fakultas Teknik UNTAN.

B.       Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan adalah sebagi berikut :
·           1 set PC
·           Aplikasi Delphi 7 ( 5/6 juga boleh)
·           Alat tulis
·           Modul

C.      Prosedur Kerja
1.      Mempersiapkan alat dan bahan.
2.      Pastikan Aplikasi Delphi 7 telah terinstal di PC.
3.      Buka aplikasi Delphi 7.
4.      Pilih menu file lalu pilih Form.
I.
1.      Pilih tool ‘Button’
2.      Klikan pada Form yang sudah tersedia sebelumnya.
3.      Ubah nilai property Caption menjadi ‘Katakan Hello’ dan nilai property Name menajdi ‘btnHello’
4.      Pilih Event pada Object Inspector lalu klik ganda pada event OnClick.
5.      Isi procedure dengan perintah yang tertera pada modul (hal.8 - 9).
6.      Kompilasi dan jalankan program.
II.
1.      Buat frmHello1
2.      Komponen dengan form ‘frmHello1 dan button dengan ‘btnHello1.
3.      Ubah property caption mesing – masing komponen menjadi ‘Membuat program Hello1’ dan ‘Katakan Hello’.
4.      Buat Methode dari komponen btnHello1 lewat event OnClick seperti pada modul (hal.9).
5.      Jalankan program.
6.      Simpan dengan nama unit uHello1.pas dan project pHello1.dpr.
III.
1.      Pilih Menu File pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello2’ dan button dengan ‘btnHello2’.
2.      Masukan method yang tetera pada modul (hal.9 – 10).
3.      Buat method untukk mengubah ‘frmHello2’ lewat event OnRisize (klik ganda).
4.      Masukkan method (hal.10).
5.      Simpan dengan unit ‘uHello2.pas’ dan project ‘pHello2.dpr’
IV.
1.      Pilih menu File, pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello3’ dan button dengan ‘btnHello3’.
2.      Sesuaikan dengan yang tertera pada modul (Hal.10)
3.      Buat method dari komponen ‘btnHello3’ lewat event OnClick.
4.      Jalankan Program
5.      Simpan dengan unit ‘uHello3.pas’ dan project ‘pHello3.dpr’
V.
1.      Pilih menu File, pilih New kemudian pilih Application.
2.      Beri nama form ‘frmWelcome, ubah komponen (modul hal.16).
3.      Buat method dengan komponen frmWelcome lewat event OnActivate (modul hal 17)
4.      Buat method dengan komponen lbxCountry  lewat event OnClick (modul hal 17)
5.      Simpan dengan unit ‘uWelcome1.pas’ dan project ‘pWelcome1.dpr’


BAB IV
PEMBAHASAN

A.      Menempatkan Komponen pada Form
Adapun cara menempatkan komponen pada form adalah, sbb:
-          Klik pada komponen tersebut, pindahkan kursos ke form, smbil menekan tombol kiri mouse (drag).
-          Pilih komponen kemudian kelik pada form di mana komonen itu akan diletakkan.
-          Klik ganda pada komponen yang diinginkan. Maka komponen akan ditambahkan ke form.
-          Dapat menggunakan Copy – Paste bila ingin membuat komponen yang sama atau yang sudah ada pada form.
B.       Membuaat Message Dialog
ü  Ubah nilai property Caption menjadi ‘Katakan Hello’ dan nilai property Name menajdi ‘btnHello’
ü  Pilih Event pada Object Inspector lalu klik ganda pada event OnClick.
ü  Isi procedure dengan perintah untuk menampilkan pesan, sbb:
  Produce Tform1.BtnHelloClick(Sender: Tobject);
               Begin
 MessageDlg ('Hello, guys', mtInformation, [mboK], 0);

               End;


            Perintah yang sederhana dan memiliki 4 parameter, yaitu :

-       Parameter 1            : kalimat yang dimunculkan (‘Hello,guys’)
-      Parameter 2            : tipe message box seperti mtWarming, mtError, mtInformation, atau mtConfirmation.
-       Parameter 3            : kumpulan tombol yang akan digunakn seperti mbYes, mbNo, mbOk, mbCancle atau mbHelp.
-       Parameter 4            : untuk help context atau nomor halaman pada Help, dan angka 0 jika tidak memiliki file help.
ü  Kompilasi dan jalankan program.
-       Tekan F9 atau melalui menu Run.
-       Tampilan saat dirun
 


C.      Membuat Program Hello1
ü  Buat frmHello1
ü  Komponen dengan form ‘frmHello1 dan button dengan ‘btnHello1.
ü  Ubah property caption mesing – masing komponen menjadi ‘Membuat program Hello1’ dan ‘Katakan Hello’.
ü  Buat Methode dari komponen btnHello1 lewat event OnClick seperti berikut :


 
 Procedure TfrmHello1.BtnHello1Click(Sender: Tobject);
Begin 
MessageDlg (‘Hello, guys’, mtInformation, [mbOk], 0); 
MessageDlg (‘Hello, lady’, mtInformation, [mbOk], 0); 
MessageDlg (‘Hello, everybody’, mtInformation, [mbOk], 0);
End;
End.




              Perintah ini berfungsi untuk menampilkan Message Box secara berurutan.



ü  Jalankan program.

                                                               Saat dirun



ü  Simpan dengan nama unit uHello1.pas dan project pHello1.dpr.

D.      Membuat Program Hello2
ü  Pilih Menu File pilih New kemudian pilih Application dengan form ‘frmHello2’ dan button dengan ‘btnHello2’.

ü  Masukan method berikut pada button. 

     Produce TfrmHello2.BtnHello2Click(Sender: Tobject);

     Begin
        MessageDlg ('Hello, guys, mtInformation, [mbOk], 0);
        BtnHello2.Caption := 'Say Hello Again';
    End;



ü  Buat method untukk mengubah ‘frmHello2’ lewat event OnRisize (klik ganda).

     Produce TfrmHello2.BtnHello2Click(Sender: Tobject);
     Begin
        BtnHello2.Top := frmHello2.ClientHeight div 2 -
           BtnHello2.Height div 2;
        BtnHello2.Left := frmHello2.ClientWidth div 2 -
           BtnHello2.width div 2;
    End;     
    
 Perintah ini berfungsi untuk membuat tobol/Button yang telah dibuat tetap berada ditengah walaupun ukuran message Box diperkecil maupun diperbesar



ü  Jalankan program.
Saat di run :


ü  Simpan dengan unit ‘uHello2.pas’ dan project ‘pHello2.dpr’

























E.       Membuat Program Hello3
ü  Pilih menu File, pilih New kemudian pilih Application. Kemudian :
Objek
Properties
Value of Properties
Method lewat Event
Form1
Name
frmHello3

Button1
Name
BtnHello3
OnClock

Caption
&Show Me

Label1
Name
LblHello3


Font-Size
24


ü  Buat method dari komponen ‘btnHello3’ lewat event OnClick, sebagi berikut :




Procedure Tform1.BtnHello3Click(Sender: Tobject);
Begin
 If btnHello3.caption =’&Show Me’ then
Begin
lblHello3.caption := ‘Selamat Datang di Delphi 5.0’;
 btnHello3.caption := ‘&Hide Me’;
end
else
begin
 lblHello3.caption := ‘’;
 btnHello3.caption := ‘&show Me’;
end;
end;
end.
 









ü  Jalankan Program
Saat di Run :


ü  Simpan dengan unit ‘uHello3.pas’ dan project ‘pHello3.dpr’







  




















F.        Membuat Program Welcome1
ü  Pilih menu File, pilih New kemudian pilih Application.
ü  Beri nama form ‘frmWelcome, ubah komponen sesuai table berikut :
Objek
Properties
Value of Properties
Mrthod lewat Event
Form1
Name
FrmWelcome
OnActive

Caption
Welcome

Botton1
Name
BtnQuit
OnClock, isi dengan application, terminate

Caption
&Quit

Label1
Name
LblIWP


Caption
InternasionalWelcome Program


Font
Times New Roman, Bold, Size = 18

Label2
Name
LblChoose


Caption
Choose a Country

Label3
Name
LblCountry


Caption
-


Font
Times New Roman, Bold, Size = 12, Color = clTeal

Label4
Name
LblComment


Caption
-


Font
Times New Roman, Bold-Italic, Size = 24, Color = clTeal.

ListBox
Name
LbxCountry
OnClick






ü  Buat method dengan komponen frmWelcome lewat event OnActivate, sbb:


 
Procedure Tform1.FormActivate(Sender: Tobject);
Begin
 lbxCountry.Hint := ‘Please Choose...’;
 lbxCountry.Items[0] :=’England’;
 lbxCountry.Items[1] :=’Germany’;
 lbxCountry.Items[2] :=’Spain’;
 lbxCountry.Items[3] :=’Italy’;
end;






ü  Buat method dengan komponen lbxCountry  lewat event OnClick Sbb:

Procedure Tform1.lbxCountryClick(Sender: Tobject);

Begin

lbxCountry.caption := lbxCountry.Items[lbxCountry.ItemIndex];

case lbxCountry.ItemIndex of
 0: lblComment.caption := ‘Hello. Programmer’;
 1: lblComment.caption := ‘Hallo. Programmierer’;
 2: lblComment.caption := ‘Hello. Programador’;
 3: lblComment.caption := ‘Hello. Programmtori’;
End;
End;
End.




 


 








ü  Jalankan program.
Saat diRun :

ü  Simpan dengan unit ‘uWelcome1.pas’ dan project ‘pWelcome1.dpr.


 










BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum 1 (Algoritma dan Pemrograman) adalah sebagi berikut :
1.        Delphi merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan dalam pembuatan program kecil maupun aplikasi.
2.        Delphi memiliki 4 parameter yaitu parameter yang akan ditampilkan, tipe message box, kumpulan tombol, dan help context.
3.        Delphi merupakan turunan dari bahasa pemrograman Pascal

B.       Saran
Adapun saran adalah sebagi berikut :
1.        Praktikan harus lebih aktif dalam bertanya hal yang tidak dimengerti selama praktikum.
2.        Praktikan harus lebih teliti dalam menggunakan method dalam procedure pembuatan program.
3.        Praktikan harus lebih aktif dalam mengenal pemrogram Delphi dan bahasa pemrograman lainnya.


DAFTAR PUSTAKA

-          Pontia.W, F.Trias.2015.Modul Praktikum Algoritma dan Pemrograman (Delphi).Pontianak : Lab.Inforamtika.



Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komponen pada Delphi 7

Fungsi Komponen Delphi 7 Hello guys, kali ini saya akan membagikan informasi seputar fungsi dari komponen-kompnen yang ada pada Program DELPHI 7. Sebelumnya saya akan memberitahukan jendela IDE   Delphi 7   mempunyai perangkat-perangkat yang dapat dipergunakan untuk memudahkan seorang programmer dalam membuat program. Secara   default   ,   Borland   telah mengatur letak perangkat-perangkat sedemikian rupa, perangkat-perangkat tersebut diantaranya :

Gelombang Tanah

Gelombang Tanah (Ground Wave) Gelombang adalah getaran yang merambat.   Gelombang ada yang dapat merambat tidak menggunakan medium. Gelombang hasil perpaduan dua gelombang memiliki amplitudo yang berubah-ubah. Gelombang adalah getaran yang merambat Bayangkan sebuah pegas kita getarkan, kita pegang dan bawa kearah depan. Kemungkinannya menjadi dua. Kemungkinan pertama, pegas tersebut kita getarkan maju mundur dan kita bawa ke arah depan.   Dalam hal ini arah getar dan arah rambat adalah sejajar.   Kemungkinan kedua, pegas kita getarkan naik turun dan kita bawa ke arah depan. Dalam hal ini arah getar dan arah rambat tegak lurus.